Mobil Hibrid Yang Bisa Parkir Sendiri
Mobil Hybrid atau
hibrida adalah kendaraan yang menggunakan dua jenis teknologi untuk sumber
tenaganya. Hal ini biasanya mengacu pada sebuah mobil yang memiliki mesin
bensin konvensional serta baterai sebagai sumber tenaga. Salah satu
sumber tenaga ini mungkin menjadi sumber daya utama dan yang lainnya berfungsi
sebagai cadangan, atau kendaraan mungkin menggunakan satu sumber dalam situasi
tertentu dan menggunakan yang lain dalam situasi yang berbeda.
Mobil
hybrid bekerja
dalam
berbagai
cara.
Mobil hybrid yang paling dasar
didukung oleh mesin bensin tetapi juga menyimpan charge sebuah bank baterai. Banyak mobil hibrida juga mengisi baterai dengan menggunakan
energi regerensi yang diambil melalui sistem pengereman. Mobil hibrida biasanya akan beralih antara bensin
dan tenaga baterai yang diperlukan. Misalnya, ketika adanya permintaan
minimal pada mesin, mobil mungkin berhenti menggunakan bensin dan beralih ke tenaga baterai. Beberapa pengemudi mobil hybrid mengatakan bahwa hal itu dapat mengerikan
mendengar mesin
bensin kendaraan
mereka mati saat mereka
mengemudi.
Mungkin tak ada yang membedakan antara mobil hybrid satu
dengan yang lainnya, kita setuju bahwa mobil hybrid hemat bbm, harga terjangkau
dan ramah untuk lingkungan. Namun berbeda dengan penemuan hebat selama abad 21
ini dimana perusahaan otomatif Toyota telah menciptakan mobil hybrid yang bisa
parkir sendiri. Penemuan ini berlngsung sejak tahun 2013 lalu. Karena bertenaga
listrik, memungkinkan mobil ini bisa parkir sendiri. Dan yang perlu di ketahui
adalah ada beberapa mesin yang memegang dirancang khusus agar mobil ini bisa
parkir sesuai dengan lokasi. Tak perlu menyentuh mobil ini lagi, karena hanya
dengan mengucapkan arah, mobil yang dilengkapi dengan intelligent parking
assist bisa memenuhi permintaan. Hal ini terjadi dengan bantuan sebuah kamera
dipasang belakang, power streering dan perangkat lunak yang dirancang untuk
mengarahkan mobil ke tempat parkir.
Teknologi ini telah ada sejak mobil diperkenalkan pada
abad ke-19, karena sebagian besar kendaraan besar menggunakan kombinasi sumber
energi untuk tenaga. Sebagai contoh, kebanyakan mobil memiliki baterai sebagai
sumber daya untuk aksesoris mobil, seperti lampu depan. Pada akhir 1990-an,
mobil hybrid dengan kekuatan lebih, mulai dianggap sebagai alternatif yang
layak dan populer untuk kendaraan bensin.
Beberapa perusahaan telah melangkah lebih jauh dengan
teknologi mobil hybrid dengan membangun mobil yang dapat dipasang untuk mengisi
baterai yang dapat kekuasaan kendaraan untuk 150 mil (241 km) atau lebih sebelum
perlu untuk beralih ke mesin bensin. Untuk sebagai besar perjalanan pendek, ini
memungkinkan mobil untuk hanya menggunakan daya baterai. Banyak perusahaan juga
telah mulai mengembangkan mobil hybrid yang menggunakan sumber energi
alternatif, seperti mobil hybrid hidrogen, dengan harapan mendorong konsumen
untuk beralih ke sumber energi yang lebih berkelanjutan.

President & Chief Operating Officer Mitsubishi Motors
Corporation Tetsuro Aikawa mengatakan, perkenalan produk SUV dengan tenaga
listrik tersebut untuk memperkuat merek Mitsubishi secara global. Pihaknya pun
sejak 1982 mengembangkan SUV melalui Pajero generasi pertama. “Sebelumnya kami
mendapat umpan balik sdari pengembangan Dakar. Hasilnya, SUV Mitsubishi
mendapatkan reputasi tinggi karena dinilai bisa beroperasi di segala medan,”
papar dia. Mobil itu mengambil bagian dari Outlander PHEV yang mencakup model
rangka yang mendemonstrasikan fitur teknis dari kendaraan listrik plug-in
hybrid dan sistem twin motor 4 WD.
Mobil hybrid dianggap oleh banyak orang menjadi
alternatif yang sangat baik untuk kendaraan konvensional karena dapat menghemat
bensin. Banyak mobil hybrid memiliki efisiensi bensin dua kali lipat dari model
mobil bensin konvensional, yang memberikan penghematan biaya yang signifikan
bagi pengguna. Selain itu, mobil hybrid cenderung tidak terlalu memberikan
polusi selama penggunaan, karena mereka membakar lebih sedikit bahan bakar dan
karena perusahaan yang membangun mereka cendrung sadar pencemaraan lingkungan
dan membuat upaya untuk membangun kendaraan bersih. Banyak yurisdiksi
membarikan pemilik mobil hybrid insentif khusus, seperti keringanan pajak dan
izin untuk mnggunakan jalur carpol di jalan raya. Dan manfaat lain dari
teknologi kendaraan yang terkoneksi adalah memudahkan pengemudi dalam
mengendarai. Misalnya, sistem bisa memonitor situasi di sekitar kendaraan serta
bisa mengontrol kecepatan. “Terutama ketika akan parkir, pengemudi bisa menggunakan
smart phone untuk memberikan instruksi pada kendaraan untuk untuk memarkir
sendirian.
REFERENSI :
http://www.pontianakpost.com/bisa-parkir-pakai-ponsel
10 maret
2016